SUMENEP, --- Kondisi petani di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur untuk menanam kedalai masih rendah. Pasalnya, kedelai dianggap kurang menguntungkan secara ekonomi dibanding tanaman pangan lain.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Arif Firmanto mengungkapkan, semua lahan pertanian khususnya sawah bisa dimanfaatkan untuk tanaman kedelai. ”Namun petani lebih cenderung memilih padi, jagung, dan kacang hijau,” Ungkapnya, Selasa (20/9/2022).
Selama ini, harga kedelai fluktuatif, Selain itu kedelai perlu keterampilan khusus dan perhatian lebih daripada tanaman pangan lainnya.
”Untuk itu, kami menyiapkan bantuan bibit kedelai hingga 500 hektar melalui kelompok tani untuk mendorong petani menanam kedelai,” ucapnya.
Meskipun demikian, DKPP mengklaim produksi kedelai melampaui kebutuhan 2021 misalnya mencapai 83, 48 ton, sementara kebutuhannya dalam setahun kurang lebih 14, 4 ton.
Bahkan, di 2022 diproyeksikan mencapai 175, 26 ton dengan luas lahan 1591 ha. ”Namun, dengan tingginya produksi itu masih perlu suplay kedelai dari luar terutama untuk produksi tahu dan tempe karena varietasnya yang berbeda,” pungkasnya. (*)


0 Komentar